Belajar Ilmu Burung Indonesia Terpercaya

Pengetahuan Sangkar Burung

Sangkar burung adalah sebuah perlatan yang sangat penting untuk burung kicauan anda,apabilah seekor burung merasa nyaman maka burung tersebut akan rajin berkicau dan kondisi tubuhnya akan selalu sehat serta stamina akan selalu terjaga.

jangan lupa untuk selalu membersihkan sangkar burung agar tidak ada kuman dan virus yang bisa menimbulkan burung kesayangan anda terkena penyakit,Ukuran sangkar juga menjadi penentu tingkat kenyamanan burung peliharaan anda. Bila anda melihara burung murai batu maka ukuran sangkar yang cocok sekitar 50-60 agar pergerakan burung tidak terlalu terbatasi.




Berbeda jenis burung peliharaan berbeda juga jenis sangkar dan ukuranya,burung lovebird misalnya burung ini tidak bisa kita berikan sangkar yang terbuat dari kayu dan harus diberikan sangkar yang terbuat dari besi.


Dalam hal ini banyak sekali jenis sangkar yang beredar dan di perjual belikan di pasar burung atau dikedai-kedai penjual burung,Sangat mudah sekali kita temukan para penjual sangkar dan asesorisnya serta makanan untuk burung kicauan anda.


Rekomendasi dari saya untuk membeli sangkar carilah yang berbahan Jati asli karena selain awet serbuk kayu nya tidak gampang terlepas dan terhirup oleh burung peliharaan kita.


Sering sekali kita menjumpai sangkar burung yang masih berbau cat itu bisa mengakibatkan burung peliharaan kita terkena penyakit sesak nafas karena sering menghirup bau cat dari sangkar tersebut, Apabilah kita mendapatkan sangkar yang berbau cat jangan lupa untuk di cuci dulu sampai bau cat tersebut hilang serta jemur terlebih dahulu sebelum kita memakai sangkar tersebut.


Tetap dijaga kebersihan sangkar agar burung peliharaan kita selalu dalam kondisi fit dan rajin berkicau.


Semoga Bermanfaat...


Share:

Jangkrik Suplemen Terbaik Burung Cucak Hijau

Selain makanan pokok voer dan pisang burung kicauan anda perlu asupan suplemen untuk menjaga kesetabilan kondisi kesehatan burung peliharaan anda tidak terkecuali burung cucak hijau milik anda,banyak sekali beredar di pasaran suplemen burung yang mengandung banyak zat kimia sedangkan kita tidak tahu apakah zat kimia tersebut berbahaya apa tidak bagi kondisi burung kita.

Suplemen instan tersebut memang sangat cepat menyembuhkan burung peliharaan kita yang sakit bahkan juga bisa sangat cepatmembuat burung kita berkicau. Namun alangkah baiknya kita memberikan burung peliharaan kita dengan asupan suplemen alami.



Kami sangat merekomendasikan suplemen alami untuk burung cucak hijau anda dengan pemberian pakan jangkrik sebagai suplemen alami untuk burung peliharaan anda, Suplemen jangkrik juga bisa diberikan ke beberapa jenis burung ocehan yang lain seperti : burung kacer, burung murai batu, burung cendat dan burung yang lainya.




Hewan jangkrik ini mengandung nutrisi yang sangat bagus untuk burung peliharaan anda, Diyakini jangkrik juga bisa mendongkrak stamina dan birahi burung ocehan anda. Banyak sekali penghobi burung yang sering melombakan burung gaco nya membuat setelan yang cocok buat burung peliharaannya yang akan di lomba kan.


Kita juga harus pandai dalam mencari dan menentukan setelan jangkrik untuk burung peliharaan kita bukan asal memberikan jangkrik tanpa setelan, Hal itu dapat mengakibatkan burung akan menjadi terlalu gemuk dan akibatnya burung akan males untuk berbunyi bahkan macet bunyi.


Hewan seperti jangkrik ini sudah banyak kita temukan karena sudah banyak sekali para peternak jangkrik yang sukses menangkar jangkrik untuk menjadikan penghasilan tetap mereka. Jangkrik bisa kita berikan kepada burung peliharaan kita setiap hari asalkan sesuai dengan setelan dan dosis yang tepat.


Kepercayaan para kicau mania jangkrik juga mampu mendogkrak mental bertarung buat burung peliharaan mereka, Itu bisa dibuktikan dengan banyaknya permintaan untuk stock jangkrik di pasaran.


Rawat dan sayangi burung peliharaan anda dengan baik dan benar, jangan pernah mentelantarkan burung peliharaan kita.


Semoga bermanfaat...


Share:

Ciri-Ciri Burung Sakit

Bagi kita yang memang sudah lama memelihara burung kicau akan sangat senang sekali kalau burung yang kita pelihara dalam kondisi yang sehat serta rajin berkicau, sebagai pemilik akan merasa sangat bangga dengan tingkah laku burung kita yang selalu lincah dan riang gembira.

Namun perasaan senang dan gembira itu akan seketika berubah menjadi kesedihan di kala burung yang kita pelihara mengalami sakit dan tidak mau berkicau lagi, kita harus pintar dalam mengamati perilaku burung yang kita pelihara. Baca Juga artikel kami tentang Pertolongan pertama pada burung sakit.

Ciri-Ciri Burung Sakit

Deteksi penyakit lebih dini akan mengurangi resiko burung terserang penyakit bahkan kematian yang menyerang burung ocehan kita.

Simak cara mendeteksi penyakit dari kami melalui beberapa area vital pada burung kita di seperti di bawah ini : 

1. Mata

Pada mata keluar sekretum (cairan yang tidak normal atau tidak biasanya), berubah warna atau kecerahannya, sayu, mata dipejampejamkan, dan terjadi pembengkakan di sekitar mata.

2. Lubang hidung (nostrils)

Dari lubang hidung keluar ingus, sesuatu yang membeku sehingga menutupi nostril dan bersin-bersin atau membuka-buka paruhnya karena sesak nafas. Selain itu, bulu–bulu di sekitar nostril dan kepala pada umumnya kotor karena sering digaruk atau diusap.

3. Sayap dan bulu

Bulu tampak suram dan kusut, sayap lunglai (baik sebelah atau keduanya), perilaku menata bulu-bulu hilang atau tidak dilakukan.


4. Napsu atau perilaku makan

Napsu makan turun atau hilang, tidak pandai mematuk makanannya, dan berat badan menurun.

5. Keseimbangan

Burung tampak sempoyongan, tidak mampu atau sukar bertengger (biasanya burung ada di lantai kurungan), dan tidak suka bergerak (inaktif),

6. Sendi tulang

Pada sendi tulang terjadi pembengkakan dan berubah bentuk (deformitas, malformation).

7. Kebiasaan sehari-hari

Kebiasaan sehari-hari yang biasa dilakukan tidak dilakukan lagi, tidak suka mandi-mandi, tidak berkicau, suara kicauannya berubah, dan lain-lain.

8. Tubuh

Terdapat jendolan atau timbunan sesuatu masa di manapun pada tubuhnya.

Dari semuanya itu apabila Anda menemukan pendarahan dari manapun keluarnya adalah merupakan tanda keadan gawat darurat. Dengan demikian, Anda dianjurkan untuk segera mencari pertolongan dokter hewan. Untuk mendapatkan pertolongan sedini mungkin apabila Anda mendapatkan gejala-gejala tersebut sebaiknya cepat berkonsultasi kepada dokter hewan langganan Anda!

Apabila Anda membawa burung yang sakit tersebut kepada dokter hewan sebaiknya kurungan diselimuti kain atau kertas koran untuk mengurangi keadaan stres. Kurungannya sementara waktu tidak dibersihkan dahulu agar dokter dapat mengamati feces, tempat makan atau minum, dan sebagainya.
Share:

Video Lovebird Juara


Share:

Perawatan Lovebird Paud Sebelum Lomba

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa burung Lovebird tidak pernah sepi di arena lomba baik lovebird kelas Paud maupun Lovebird kelas dewasa, padahal banyak sekali kicau mania yang memusingkan akan setelan Gaco mereka yaitu Lovebird pada saat dilombakan terutama kelas lovebird paud. Baca juga artikel kami tentang setelan birahi Lovebird.

Kendala yang sering muncul pada lovebird paud adalah sering nakal pada saat dipertemukan di arena lomba karena banyaknya tekanan dari para pesaingnya juga karena sifat dan pembawaan dari lovebird paud tersebut, beberapa setelan pun di terapkan namun apa daya pada saat lovebird paud di naikan terjadi kenakalan pada gaco kita.




Kali ini kami akan memberikan sedikit trik khusus untuk perawatan bagi jagoan kita si Lovebird Paud yang akan kita turunkan di arena lomba agar tidak nakal dan tampil maksimal di perlombaan.



Beberapa trik dan tips dari kami apabila diterapkan dengan sungguh-sungguh maka akan terlihat hasil maksimal yang sangat memuaskan sebagai berikut tips nya :


  • Berikan terapi embun 3 hari sebelum di lombakan
  • Mandikan burung setiap malam hari
  • Berikan kangkung hanya 3 potongan kecil saja 3 hari menjelang lomba
  • Jauhkan dari suara burung lovebird yang lain kecuali malam hari
  • Lakukan Full Kerodong 
  • Setting Pangkringan senyaman mungkin
Demikian saja tips dari kami, dengan keseriusan dan ketelatenan Lovebird Paud anda akan terlihat hasil yang sangat memuaskan. Perawatan untuk mendongkrak birahi.

Semoga Bermanfaat


Share:

Cara Membentuk Cengkok Burung Kenari

Burung kenari adalah salah satu kelas di lomba burung kicauan di indonesia baik ajang Latber maupun ajang letpres bahkan ajang kontes atau event lomba burung yang di adakan pada saat ada hari-hari besar nasional maupun hari besar islam.

Para penghobi burung kicauan yang ada di Indonesia tidak pernah kesepian membawa burung kenari Gaconya di ajang lomba burung di daerah sekitar mereka, namun akhir-akhir ini banyak kenari mania yang merasakan kemunduran dari para penghobi burung kicauan yang membawah Gaco kenari mereka ke arena gantangan.


Hal demikian juga diungkapkan oleh salah seorang pemain kenari yang tinggal di Sidoarjo Mbah Bonjong " Sekarang pemain kenari sangat langkah di temui di setiap gantangan di wilayah Sidoarjo " Ungkapnya.



Hal itu di ungkapkan karena susahnya menyetel cengkok dari burung kenari yang akan di buat GACO untuk gantangan, " Kalau hanya mengandalkan durasi saja kenari kita tidak akan mendapatkan bendera koncer tanpa dibarengi dengan cengkok yang mewah seperti roll,tembakan dan suara kenari aslinya " Ungkap sang pemoles kenari XTC dari Bonjong BF tersebut.



Lanjutnya " kalau kita main durasi mah agak gampang tinggal jemur dan tenggar si gaco maka otot tenggorakanya akan kuat dan sang kenari akan mampu menyanyikan lagu dengan durasi panjang,namun membentuk cengkok itu yang susah karena berhubungan dengan karakter si burung kenari tersebut ". Pernyataan itu juga di amini oleh Om Susilo pembesut Kenari Doraemon dari KMS dia menyatakan hal senada dengan mbah bonjong.


Namun disini mbah bonjong memberikan beberapa tips agar Burung kenari bisa mengeluarkan suara cengkok dibarengi dengan durasi kerja dan gaya dari burung kenari tersebut.


Berikut beberapa cara yang biasa diterapkan Mbah Bonjong agar suara kenari mampu mengeluarkan cengkok yang istimewa.


- Jam 05.00 Wib Burung kenari di keluarkan atau di angin-anginkan

- Berikan Gambas / Oyong 2 hari sekali
- Sediakan batu bata sedikit disangkarnya untuk asinan walau sudah disediakan tulang sotong juga
- Mandikan dengan cara di pegang
- Jemur sampai pukul 09.00 wib lalu angin-anginkan 5 menit
- Masukan ke kandang Umbaran kalau punya kalau tidak punya masukan ke sangkar yang lebih besar
- Perdengarkan masteran suara burung kenari Roller
- Jam 15.00 wib angkat kenari dan masukan sangkar harianya
- Semprot setengah basah dan langsung kerodong sambil diputarkan masteran suara kenari


" InsyaAllah dengan kita langgeng perawatan tersebut cengkok,durasi,dan gaya Gaco kenari anda akan terlihat dengan cepat, Dan satu lagi metode ini sudah saya terapkan dan kenari saya tidak lama-lama kalau ngetem".


Demikian tips Agar burung kenari anda terbentuk cengkoknya.


Semoga Bermanfaat
Share:

Perbedaan Burung Murai Berdasarkan Motif Ekor

Halo...! Sobat forum hobi burung gimana nich kabarnya semoga selalu sehat dan diberikan rezeki yang berlimpah. Kali ini saya akan mengulas tentang pola ekor burung murai batu. Setiap daerah mempunyai jenis burung murai batu yang berbeda bisa dilihat juga dari pola ekor yang berbeda pada tiap-tiap daerah asalnya.

Artikel ini bisa anda buat referensi jika mau membeli burung murai batu supaya tidak kena tipu oleh para pedagang nakal yang hanya mementingkan keuntungan semata.





Untuk mempermudah anda dalam memilih dan membeli burung murai yang masih awam anda bisa menyimak beberapa ciri-ciri utama berserta gambar sebagai berikut :


MURAI KALIMATAN / BORNEO


Ciri-ciri utama murai Kalimantan/borneo adalah sebagai berikut :

  1. Empat pasang bulu berwarna putih dari pangkal ekor hingga keujung, terkadang ada semburat hitam tipis
  2. Ciri-ciri yang paling menonjol bisa anda lihat bila bertemu lawan akan menggembungkan badan bulat terlihat seperti bola
  3. Biasa disebut murai borneo
  4. Panjang ekor murai ini kurang lebih hanya 9-13 cm

MURAI BATU LAMPUNG



Ciri-ciri pola ekor burung murai batu lampung adalah sebagai berikut:

  1.  Empat pasang bulu putih ada semburat tipis berwarna hitam sedikit di pangkal ekor dekat pantat
  2.  Pada ekor ke empat (2 pasang bulu yang berada di tengah) ada warna hitam yang membelah ekor secara vertikal 
  3.  Biasa para kicaumania menyebutnya murai lampung atau jambi
  4.  Murai Lampung mempunyai badan agak kecil ekor lurus rapih tidak mekar pada ujung ekor
  5.  Murai Jambi mempunyai badan agak besar dan ekor agak membuka atau melebar
  6. Panjang ekor murai Jambi dan Lampung kurang lebih antara 10-16 cm

MURAI BATU NIAS/BLACK TAIL



Ciri-ciri murai Nias adalah sebagai berikut :


  1. Pola ekor full berwarna hitam kalau ada titik putih sedikit diujung ekor tetap disebut black tail namun dengan balak,keluar ekor balak biasannya hasil dari silangan White Tail x Black Tail
  2.  Asal murai dari Aceh dan Nias
  3. Murai Nias ada yang berbadan kecil ramping dan juga ada yang berbadan besar
  4. Panjang ekor murai Nias antara 9-18


MURAI MEDAN



Ciri-ciri murai Medan adalah sebagai berikut:

  1. Empat pasang bulu putih secara tegas ada strip berwarna hitam yang membelah secara horizontal dari pangkal dekat pantat
  2. Terkadang corak putih seperti membentuk huruf U atau V yang terpotong ditengahnya
  3. Biasa disebut murai Sumatera
  4. Bentuk badan kecil dan ramping panjang
  5. Panjang ekor murai Medan antara 13-27cm
 Sekian yang bisa sampaikan semoga bisa menjadi bahan pertimbangan dan menambah ilmu buat para pembaca.

Semoga Bermafaat....
Share:

Cara Melatih Mental Murai Batu Muda Hutan Untuk Lomba

Cara Melatih Mental Murai Batu Muda Hutan Untuk Lomba – Burung murai batu semakin banyak digemari oleh pencinta burung. Baik untuk diikut sertakan dalam lomba atau hanya ingin memeliharanya saja dan bisa mendengarkan kicauan merdunya tiap pagi dan bisa bikin kita lebih semangat lagi untuk memulai rutinitas setiap harinya.


Murai batu yang kita pelihara tentunya harus dirawat dengan baik apalagi bagi yang ingin ditandingan harus dilatih juga agar lebih manthap lagi suara kicauannya yang bisa dilakukan dengan pemasteran.


Selain itu banyak juga yang mulai mencoba untuk membuat penangkarang murai batu tapi ada juga yang masih kesulitan dalam hal tersebut, mungkin karena baru atau belum tahu cara penangkaran yang benar.

Tapi banyak juga orang yang mendapatkannya dengan cara membeli atau mencarinya sendiri di hutan. Baik murai yang sudah dewasa atau anak – anak. Khusus yang anak – anak (muda) pasti perlu perawatan yang lebih exstra karena itu berasal dari hutan, apalagi jika ingin ditandingkan nantinya maka perlu pelatihan yang exstra pula terutama dalam hal mental.


Nah, untuk itu akan saya jelaskan mengenai cara melatih murai batu hutan yang masih muda agar bisa bersaing dengan murai batu yang lainnya. Tapi sebelumnya kalian harus tahu bahwa murai batu yang ditangkap dari hutan biasanya mudah untuk stres, mungkin karena tadinya ada di alam bebas dan sekarang ada dalam sangkar.

Cara Melatih Mental Murai Batu Muda Hutan


  1. Untuk menghindari stres yang biasa terjadi pada burung murai batu hutan maka bisa kalian atasi dengan memberikannya telur semut (kroto). Jangan langsung di kasih veor karena belum tahu dengan veor, bisa bisa mati kelaparan dan jangan dulu diberikan jangkrik karena metabolisme dan pencernaan murai batu muda hutan belum stabil. Jika terjadi maka akan mengakibatkan sakit karena pencernaan yang terganggu.
  2. Selanjutnya kalian masukan murai batu kedalam sangkar dan jangan lupa di kerodong serta simpan di tempat yang jauh dari keramaian bila perlu dekat sumber air yang mengalir. Kerondong murai batu muda hutan sampai 1 atau 2 bulan yang gunanya untuk menenagkan murai batu itu sendiri. Jika murai batu sudah mulai berani berkicau atau bernyanyi maka bisa kalian buka kerondongnya secara bertahap dan lihat perkembangannya.
  3. Jika sudah demikian jangan langsung dimandikan karena murai batu muda hutan rentan stres dan sakit. Bila perlu kalian berikan cepuk di dalam sangkar dan biarakan, mau mandi mau tidak terserah dia dan jika dia mandi itu artinya sudah fit kemudian jangan dulu dijemurkan, cukup dengan di angin – anginkan saja terlebih dahulu.
  4. Jika murai batu muda hutan sudah rajin ngeriwik didalam kerondong itu tandanya sudah benar – benar sehat dan siap untuk dilatih dalam memakan veor tanpa menghilangkan pemberian kroto dan bisa dikasihkan juga EF berupa 1 ekor jangkrik yang sudah dibersihkan dahulu kaki – kaikinya.
  5. Setelah semuanya berjalan bisa kalian lanjutkan dengan pelatihan yang biasanya dilakukan pada murai batu pada umunya dan jangan terlalu tergesa – gesa.
Nah, itulah cara melatih mental murai batu muda hutan yang memang harus sabar jika ingin mendapatkan hasil yang bagus. Karena murai batu muda hutan mudah stres apabila kita tangkap, dan jangan sekali – kali menangkap murai batu hutan dengan cara di pancing, karena resiko cepat stresnya akan lebih besar.

Semoga Bermanfaat......


Share:

TIPS Menjinakkan Burung Cucak Hijau Yang Giras Banget

Memelihara burung bakalan yang masih giras memang bisa membuat stres pemiliknya, he.. he.., terutama ketika burung grabag-grubug di dalam sangkar saat kita mendekatinya untuk memberi pakan. Berbeda dari jenis burung kicauan lain yang relatif mudah dijinakkan, cucak hijau terkadang sulit dibuat jinak dengan cara-cara biasa. Ini namanya cucak hijau giras banget. Berikut ini tips menjinakkan burung cucak hijau yang giras banget.

Meski sudah banyak panduan mengenai cara menjinakkan burung bakalan, faktanya masih banyak ijomania yang dibuat repot dengan piaraannya yang masih giras, dan terlihat tetap liar.

Tidak seperti jenis burung kicauan lainnya, karakter cucak hijau memang cukup unik. Burung ini cenderung “kumaha aing” atau “bagaimana saya saja“.



Ketika membeli cucak hijau bakalan, umumnya mereka tak terpengaruh oleh proses penjinakan yang kita lakukan sesuai dengan cara-cara biasa. Dalam berbagai kasus, banyak ijomania yang sudah berminggu-minggu melakukan penjinakan, namun cucak hijau masih tetap tidak mau jinak.

Semoga tips menjinakkan burung cucak hijau berikut ini bisa menjadi solusi bagi Anda yang masih dipusingkan dengan girasnya burung piaraaan di rumah.



Biarkan burung beradaptasi


Ketika baru saja membeli cucak hijau bakalan dari pasar burung, hal pertama yang harus dilakukan adalah menyimpan burung tersebut dalam kandang yang bersih dan menggantungnya di tempat sepi, tanpa ada burung lain. Lakukan hal ini selama beberapa hari.


Proses adaptasi ini bertujuan agar cucak hijau terbiasa dengan kondisi sangkar serta segala aksesoris di dalam sangkar, seperti tempat makan, tempat minum, dan tenggeran. Hal ini bisa mencegah burung berperilaku di luar kontrol, seperti ketakutan lalu menabrak-nabrak jeruji sangkar yang bisa melukai bagian tubuhnya.


Simpan burung di tempat tenang. Jika tidak memiliki lokasi untuk menggantung burung, kerodong saja burung selama beberapa hari. Kerodong hanya dibuka saat kita mengganti pakan atau membersihkan sangkar.



Berikan pelajaran kepada burung


Ketika burung sedang dilatih untuk jinak, tetapi ia tetap merasa kenyang dengan pakan berlimpah, tentu hal itu tak akan efektif. Banyak burung yang masih tetap giras meski sudah menjalani latihan penjinakan selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu.


Salah satu cara yang cukup efektif adalah memberikan pelajaran kepada burung bahwa kita bukanlah musuh yang harus ditakutinya, melainkan kawan dan pelayan yang akan memberikannya banyak makanan lezat untuknya.


Sebagian besar burung cucak hijau memiliki ritme waktu tersendiri. Mereka tahu kapan ingin istirahat, dan kapan ingin melakukan aktivitasnya. Hal tersebut jarang ditemukan pada spesies burung lain yang biasanya tetap aktif di malam hari jika lampu ruangan masih menyala.


Pada cucak hijau, meski lampu ruangan masih menyala, mereka rata-rata bersifat “pelor” atau nempel-molor, ketika kita mau memasukkannya ke dalam rumah pada sore hingga malam harinya.


Melihat perilakunya yang demikian, kita bisa memberinya pelajaran dengan cara mencabut tempat pakan, minum, dan buah-buahan setiap kali burung dibawa masuk ke rumah untuk beristirahat. Baca juga artikel kami mengenai memaksimalkan cucak hijau rumahan.


Dengan cara seperti ini, maka ketika bangun pada pagi harinya, cucak hijau tidak akan mendapati pakannya. Nah, saat itulah kita bisa mulai memberikan latihan penjinakan. Kita melatihnya saat burung merasa lapar.


Pagi harinya, ketika merasa lapar, biasanya burung akan terlihat sering berada di dasar sangkar untuk mencari pakan. Pada saat itulah kita sodorkan buah pisang dengan tangan kita di luar sangkarnya.


Untuk pertama kalinya, burung mungkin masih merasa ketakutan. Tetapi jika Anda gigih, cucak hijau akan mulai berani mendekati dan mematuk pakan kesukaannya itu.



Jika burung sudah berani mengambil pakan, selanjutnya sodorkan buah pisang atau serangga dengan posisi tangan kita masuk ke dalam sangkar(melalui pintu).


Apabila cucak hijau masih berani mengambil pakan, kita bisa melakukan sesuatu yang lain, yaitu menyodorkan  tangan kosong. Nah, kalau dia berani mematuki tangan kita, itu artinya cucak hijau sudah tidak takut lagi dengan kita. Dia akan menganggap kita sebagai pelayan (wah, sialan, he.. he..) sekaligus kawan.


Menjelang siang hari, pakan dan air minum bisa dipasang, dan dicabut lagi ketika burung siap untuk beristirahat. Dengan melakukan hal rutin seperti ini, maka cucak hijau yang semula giras banget pun akan cepat menjadi jinak.


Biasakan dalam keramaian

Setelah cucak hijau memiliki keberanian mengambil pakan secara langsung dari tangan kita, sekarang waktunya untuk mengenalkan burung pada lingkungan manusia. Cara yang lazim dilakukan banyak orang adalah menggantung burung di tempat ramai.

Hal tersebut bertujuan meningkatkan daya adaptasinya agar mengenali lingkungan sekitar, juga membiasakan burung menghadapi lalu-lalang manusia. Dengan begitu, karakter dan mentalnya mulai terbentuk, sehingga bisa mempercepat kondisi rajin berbunyi.


Itulah beberapa tips singkat seputar cara menjinakkan burung cucak hijau yang masih giras dan sulit dijinakkan.


Semoga bermanfaat.





Share:

Burung Lovebird Bonjong


Share:

Video Burung Trucukan


Share:

Pertolongan Pertama Pada Burung Sakit

Seperti juga pada kesehatan manusia, pertolongan pertama perlu pula dilakukan terhadap burung yang sakit akibat terluka atau bila burung menunjukkan gejala akan terserang suatu penyakit. Untuk itu, perlu disiapkan beberapa peralatan di dalam sebuah kotak khusus. Peralatan itu antara lain sebagai berikut: (Tabel 2)

TABEL 2. BAHAN DAN ALAT DALAM TINDAKAN PERTOLONGAN BESERTA FUNGSINYA


Pertolongan Pertama Pada Burung Sakit

Selain itu, diperlukan juga lampu penghangat berupa sebuah lampu pijar (bohlam) berkapasitas 40—60 watt atau sebuah lampu infra merah. Jika burung peliharaan menunjukkan gejala sakit maka dapat langsung diberikan pertolongan sementara sebelum dibawa ke dokter hewan. Tindakan pertolongan ini meliputi beberapa hal.
Baca Artikel kami Ciri-ciri burung sakit

1. Memberikan kehangatan pada tubuh burung

Burung yang sakit diisolasi, dipisahkan dari burung lain yang sehat. Burung itu dimasukkan ke dalam sebuah sangkar yang telah diberi alas koran. Disediakan sedikit minum. Berikan kehangatan pada tubuh si burung melalui lampu pijar berkapasitas 60 watt. 

Untuk mengurangi sinar dari lampu dapat diberikan penghalang berupa kain atau kertas. Perlu diperhatikan agar bahan penghalang sinar lampu ini tidak mudah terbakar, suhunya pun sebaiknya tidak melebihi 37° C.

2. Memberikan pakan ekstra

Berikanlah pakan ekstra yang mempunyai kandungan gizi tinggi, seperti kroto basah, madu, susu, daging, atau hati tergantung pada jenis burungnya. Pakan ini diberikan dalam bentuk bubur (jus). Jika burung menolak untuk makan sendiri maka harus dipaksakan, dicekokkan langsung ke mulutnya dengan memakai alat spuit. 

Hal ini sebaiknya dilakukan dengan hati hati agar tidak salah memasukkan pakan ini ke saluran pernapasan.

3. Memberikan minuman

Burung yang sedang sakit akan jarang minum. Padahal, pada saat sakit burung akan lebih banyak buang air dengan kondisi feses yang lebih encer sehingga dapat menyebabkan dehidrasi (hilangnya cairan tubuh). Keadaan seperti ini dapat diatasi dengan cara memberikan pakan yang banyak mengandung air, misalnya buah pepaya. Dengan cara ini maka bahaya dehidrasi dapat diperkecil.

4. Memberikan ketenangan

Burung yang sakit juga membutuhkan ketenangan lingkungan. Dengan lingkungan yang tenang maka bahaya stres dapat diperkecil karena stres akan memperburuk kondisi tubuh burung. 

Sebaiknya dihindari pandangan dan suara manusia, burung, hewan lain, atau benda apa pun yang dapat menimbulkan gangguan pada burung yang sakit.

Semoga Bermanfaat...
Share:

Burung Cendet Pesona


Share:

Menjadikan Cendet Angka Satu di Gantangan

Adalah seorang pengusaha besi kontruksi, yang akrab dipanggil Pram Duta Seno, yang berdomisili di Solo. Walau termasuk pemain baru di kancah Kicaumania Solo Raya tetapi Pram Duta Seno berhasil menghantarkan burung cendet Jendral menjadi salah satu Cendet yang disegani di Solo Raya dan sekitarnnya. Ini juga berkat sang mekanik Jendral yaitu Pak Pornarita juga asli Solo.

Meskipun pemain baru namun Pram Duta Seno punya banyak amunisi yang telah moncer di Solo Raya, sebut saja Murai Kartike, Putri Ganga dan lain-lain. Ada suatu yang ia ungkapkan kepada saya, ”Semenjak saya hobi kicau mania dan sering lomba penyakit jantung sembuh dan tak perlu lagi ke Singapura buat chek,” ungkap Pram dengan nada serius.


Berikut ini tips and triknya cendet Jendral menjadi juara di area Solo Raya dan sekitarnnya. Jendral sang Cendet ini, punya karakter duduk nagen seperti angka satu saat dilombakan. Supaya stabil sang Jendral mulai pagi-pagi krodong dibuka dan dijemur, kemudian setelah bunyi baru dikasih jangkrik 5 dan kemudian dijemur lagi sampai sekitar 2 jam baru kemudian dikrodong lagi sampai sore.




Sore harinnya Cendet Jendral dibuka krodongnya sampai bunyi dan kemudian dikasih jangkrik lagi 5 ekor. Ini dilakukan tiap hari, terkecuali hari minggu. Dihari minggu sang Jendral dikasih tambahan hongkong 5 dan jangkriknya juga 5. Dalam urusan mandi,  Cendet Jendral wajib mandi tiap malam dan selalu mengunakan BnR TUMO yang berguna membuat bulu halus dan burung tidak terkena kutu. Baca juga setelan stamina burung cendet.



Meskipun menu makanan jadi salah satu factor yang utama buat burung bias stabil/kondisi, namun supaya cendet bias tampil angka satu atau nangen tidak mletik, burung ini harus disetel basah, dalam artian waktu di areal lomba waktu kurang 4 season (kelas), Cendet Jendral disemprot sampai basah mengunakan BnR TUMO supaya Jendral saat digantangan nagen bunyi mengelontorkan lagu-lagu isian yang tajam dan stabil.
Itulah tips and triknnya Cendet Jendral milik Pram Duta Seno. Semoga tips and trik ini berguna bagi para kicau mania nusantara khususnya cendet mania.

Semoga Bermanfaat
Share:

Setelan Stamina Cendet Lomba

Sebagian kicaumania masih enggan memelihara burung cendet karena menganggap perawatannya susah. Padahal cendet termasuk jenis burung yang pintar meniru suara lingkungan sekitanya, atau suara burung lain yang didengarnya. Bahkan perawatan burung cendet tidak sesulit yang anggapan selama ini, lantaran faktor utama yang diperlukan adalah menjaga stamina cendet selalu oke sehingga burung dalam kondisi siap gantang.

Cendet merupakan burung aktif dan sangat atraktif. Sebagai burung dengan karakter predator, cendet harus memiliki stamina dan kondisi fisik benar-benar fit. Dengan begitu, mereka lebih cepat mencapai top form atau penampilan terbaiknya.




Itulah yang selama ini kerap diabaikan para cendetmania di Indonesia. Masih banyak yang menganggap cendet sama saja dengan burung kicauan jenis lainnya.
Menjaga stamina cendet agar tetap oke bisa dimulai dari perawatan hariannya. Dalam perawatan harian, ada tiga upaya yang bisa dilakukan untuk membuat stamina cendet selalu oke dan siap gantang, yaitu :

1. Sering memandikan untuk membangkitkan mental

Mandi bagi burung cendet adalah sesuatu hal yang bersifat wajib. Sebab burung akan merasa segar dan lebih percaya diri jika bulu-bulunya sudah bersih dan terlihat lebih indah.
Karena itu, sewaktu memandikan cendet, pastikan kalau bulu-bulunya benar-benar basah. Mandikan dia sampai merasa puas.
Dengan rutin memandikan burung setiap hari, atau bahkan dua kali sehari, baik dengan cara disemprot atau mandi karamba, maka Anda telah membantu menumbuhkan mental cendet sehingga siap berkicau dengan lantang.
Mandi juga sangat bermanfaat bagi cendet yang mengalami macet bunyi atau ketika berada dalam kondisi ngedrop. Mandi bisa menjadi sarana mempercepat pemulihan kondisi ngedrop, termasuk mandi malam.

2. Penjemuran rutin untuk melatih fisik

Cendet adalah burung lapangan, yang selalu aktif dan atraktif. Kebiasaannya bertengger d dahan pohon paling tinggi dilakukannya untuk memantau daerah kekuasannya dari keberadaan burung lain, hewan, atau serangga yang masuk wilayah mereka.
Karena sifatnya itu pula, cendet dikenal sebagai burung panas, atau burung yang mampu bertahan dalam kondisi cuaca yang panas atau terik.
Dalam perawatan hariannya, burung cendet juga tidak bisa dilepaskan dari penjemuran yang kuat. Secara umum, cendet akan dijemur sejak pukul 07.00 hingga 10.00. Tetapi bagi cendet yang dipelihara di daerah berhawa sejuk, penjemuran bisa dilakukan lebih lama daripada biasanya.
Manfaat lain yang didapatkan dari penjemuran adalah suara kicauannya bisa menjadi lebih kristal atau kencang. Tubuh cendet pun terlihat lebih langsing, dengan kepala terlihat lebih besar. Hal itu juga akan membuat cendet lebih mudah nagen jika dilombakan.

3. Pakan berprotein tinggi untuk menjaga kondisi tetap fit

Salah satu faktor terpenting dalam menjaga kondisi burung cendet adalah pemberian pakan berprotein tinggi. Dalam perawatan harian, burung cendet bisa diberi jangkrik sebanyak 3-4 ekor, setiap pagi dan sore hari.
Namun dua hari menjelang lomba, extra fooding (EF) perlu ditingkatkan. Misalnya porsi jangkrik dinaikkan menjadi 7-10 ekor pada pagi dan sore hari. Lalu pada hari lomba, sebelum dibawa ke lapangan, cendet diberi pakan ulat hongkong.
Perawatan menjelang lomba dimaksudkan untuk menjaga kondisi cendet agar tetap stabil, tetapi memiliki birahinya optimal (cukup).
Selain pakan tinggi protein, burung cendet juga membutuhkan asupan pakan dari sumberlain. Misalnya diberi hewan-hewan kecil seperti kadal atau burung-burung kecil. Agar mentalnya stabil, mangsa alami bisa diberikan setiap dua minggu sekali.
Sebagai burung predator kecil yang cukup aktif, asupan nutrisi memang tak sepenuhnya bisa didapatkan dari pemberian pakan rutin seperti jangkrik, ulat, atau kroto. Asupan nutrisi juga bisa didapatkan secara langsung melalui pemberian suplemen vitamin seperti BirdVit yang bisa memberi manfaat banyak bagi burung kicauan termasuk cendet.
Setelah stamina dirasa sudah oke, burung cendet siap dibawa ke arena lomba untuk menampilkan aksi  terbaiknya. Untuk  mengetahui bagaimana ciri-ciri cendet siap lomba.
Semoga bermanfaat.
Share:

Tips Menjaga Kondisi Burung Kacer Agar Tampil Maksimal

Burung kacer memiliki karakter teritorial. Di alam liar, seekor kacer dewasa jantan akan selalu menjaga wilayahnya dari kehadiran kacer jantan lainnya. Untuk itu, dia akan mengusir rivalnya dengan cara mengeluarkan suara-suara terbaik yang menggentarkan nyali lawannya, bahkan sampai bertarung dalam arti sesungguhnya.


Karakter petarung (fighter) itu juga muncul jika kacer berada dalam perawatan manusia, dipelihara dalam sangkar, terutama jika di dalam rumah terdapat dua ekor atau lebih burung sejenis. Karakter itu makin kentara saat kacer-kacer sedang mengikuti lomba burung kicauan.

Kali ini, Admin FHB ingin berbagi tips menjaga kondisi burung kacer agar tampil maksimal. Sebagaimana diketahui, tak semua penggemar kacer aktif melombakan burungnya. Bahkan banyak kacermania yang memelihara burung ini hanya sebagai hiburan di rumah. Bisa rajin berkicau di rumah pun dia sudah senang.



Lain halnya dengan para pemain kacer. Mereka akan selalu menerapkan perawatan khusus menjelang lomba, agar burung bisa tampil maksimal di lapangan, serta tidakciut nyalinya ketika bertemu dengan puluhan burung sejenis.

Itu sebabnya, ada perbedaan cara perawatan kacer rumahan dan kacer lomba. Kacer rumahan akan mendapat pola perawatan yang dapat meningkatkan birahinya agar selalu rajin bunyi sepanjang hari. Adapun burung kacer lomba akan selalu dijaga birahinya tiap hari, dan mulai ditingkatkan menjelang dilombakan.

Selain pola rawatan umum tersebut, kacer mania harus mengetahui pula bagaimana cara menjaga kondisi burung agar selalu berada dalam kondisi siap bunyi dan bisa tampil secara lebih maksimal, baik sebagai kelangenan maupun sebagai burung lomba.

Berikut ini beberapa tips menjaga kondisi burung kacer rumahan maupun lomba agar selalu tampil maksimal:

1. Memelihara lebih dari seekor kacer

Tidak sedikit kicaumania yang memelihara lebih dari seekor kacer di rumahnya. Hal tersebut tentunya sah-sah saja dilakukan. Tetapi penting juga untuk memahami karakter dan sifat asli dari burung ini.
Seperti dijelaskan di awal tulisan, kacer termasuk burung teritorial. Dia akan risih” melihat pejantan lain berada di dekatnya. Karena itu, jika Anda memelihara lebih dari seekor kacer di rumah, jangan menggantung sangkarnya di lokasi yang berdekatan. Ketika dua burung teritorial berada dalam satu wilayah, kemungkinan besar salah satunya akan ngedrop mental, bahkan bisa macet bunyi.

Hal serupa juga bisa menimpa burung kacer yang biasa dilombakan. Jika kacer terlalu sering melihat pejantan lain di dekatnya, maka dia cenderung mengalami penurunan performa alias tidak dapat tampil maksimal pada saat sedang dilombakan.

Tetapi untuk meningkatkan performanya, terutama menjelang lomba, Anda boleh saja mendekatkan kacer andalan dengan kacer unthulan yang kualitas suara dan mentalnya tidak terlalu bagus. Ini dapat membangkitkan semangat kacer yang biasa dilombakan.

Setelah memahami sifat dan karakter asli burung kacer, kita dapat menggantung masing-masing burung pada jarak yang berjauhan. Kalaupun tidak memiliki ruangan yang luas, Anda bisa menggantung sangkar dengan cara seperti pernah dikupas dalam artikel Membuat sekat pemisah untuk sangkar burung.

2. Menjaga ketersediaan pakan

Selalu menjaga ketersediaan pakan menjadi salah satu cara menjaga kondisi burung agar selalu dapat tampil prima, baik sebagai burung rumahan maupun burung lomba. Pemberian pakan yang tepat dapat membantu meningkatkan birahi dan mendongkrak staminanya sehingga membuatnya makin rajin berbunyi.

Untuk kacer rumahan, makin rutin diberik pakan jangkrik, burung pun akan makin makin rajin berkicau. Adapun untuk kacer lomba, pemberian jangkrik biasanya dibatasi dan mulai ditingkatkan beberapa hari sebelum burung dilombakan.

3. Infeksi kutu bisa mengganggu penampilan kacer

Kacer termasuk salah satu jenis burung kicauan yang paling rentan mengalami serangan kutu. Kemungkinan hal ini terjadi akibat pola rawatan yang kurang maksimal, atau bisa juga akibat penularan kutu dari sangkar maupun jenis burung lainnya.

Kalau burung sudah terinfeksi kutu, maka penampilannya tentu akan terganggu, sehingga mudah mengalami stres dan berujung pada macet bunyi.


Untuk mencegah serangan kutu, Anda mesti rajin membersihkan sangkar dan segala aksesorisnya. Selain itu, rutin memandikan dan menjemur kacer di bawah sinar matahari pagi pun dapat membantu mencegah dan mengusir kutu dari tubuhnya.

4. Mandi malam untuk mengatur birahi

Memandikan burung kacer pada malam hari dapat membantu mengatur ulang / mereset birahinya sehingga dapat mencegah kemungkinan over birahi (OB).

Jika mengalami OB, kacer tentu akan mengalami perubahan karakter, misalnya tidak mau nampil, hingga mbagong atau ngebalon. Nah, mandi malam bisa membantu mengatasi hal itu. Terapi ini dapat dilakukan sekali atau beberapa kali dalam seminggu untuk memulihkan kondisinya.

Semoga bermanfaat.



Share:

Definition List

Unordered List

Support